“Yesus sebagai “utusan” dan Anak Tunggal Allah (Kristologi Trinitas)”


images (1)

Kata “utusan” dan kata “Anak Allah” yang terdapat dalam Injil seringkali di gunakan pengkritik-pengkritik Kristen untuk menghakimi ketuhanan Yesus Kristus.
Mengenai kata utusan, premis yang di gunakan mereka adalah “seorang utusan sudah pasti tidak sama dengan yang mengutusnya”. Dalam Injil ada beberapa ayat yang menuliskan

Yesus sebagai utusan Allah, dan ayat-ayat tersebut di kombinasikan dengan premis di atas (seorang utusan sudah pasti tidak sama dengan yang mengutusnya) sehingga mereka membuat kesimpulan bahwa Yesus bukanlah Allah.
Demikian juga dengan kata anak Allah, dalam beberapa ayat-ayat Alkitab menuliskan tentang istilah anak-anak Allah yang tidak merujuk pada Yesus, misalnya anak-anak Allah dalam Kejadian 6:2.. Jadi menurut mereka istilah Anak Allah kepada Yesus bukanlah sebuah gelar yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah karena istilah tersebut juga di gunakan kepada orang-orang lain dan mereka tidak dituhankan atau di anggap setara dengan Allah seperti iman umat Kristiani kepada Yesus.

Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan makna kata “utusan” dan “Anak Allah” untuk Yesus..

1. Yesus sebagai utusan.

Dalam Injil ada beberapa ayat yang menuliskan Yesus sebagai utusan dari Allah, misalnya ayat di bawah ini :

Yohanes 17:3
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Memang ayat ini menyatakan bahwa Yesus adalah utusan Allah, namun ingat sobat Kristus pemahaman bahwa Yesus sebagai utusan Allah tidak sama seperti yang di pahami kalangan non Kristen yang pada dasarnya mereka tidak mengenal kepribadian Allah dalam Alkitab..
Dalam Alkitab, Allah memiliki pribadi yang jamak yaitu Bapa,
Firman dan Roh Kudus. Tapi ini bukanlah tiga oknum Tuhan seperti halnya saya, anda, dan dia (tiga oknum), melainkan “satu” oknum Tuhan yang memiliki kejamakan dalam pribadi atau di kenal sebagai Tritunggal (tiga di dalam satu).. Bapa, Firman dan Roh Kudus adalah tiga pribadi Allah yang nampak dalam eksistensi berbeda namun tidak bisa dipisahkan dari satu hakekat-Nya.

Nah, Yesus ada dalam eksistensi-Nya sebagai pribadi Firman, dan pribadi inilah yang “di utus” ke dalam dunia yang fana ini dan berinkarnasi dalam wujud manusia yaitu Yesus Kristus.

Yohanes 1:14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Alkitab juga menuliskan bahwa keberadaan dari pribadi Firman (Yesus Kristus), sudah ada sejak awalnya bersama dengan Allah. Makanya Yesus sendiri berkata “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada” (Yohanes 8:58).
Firman adalah pribadi Allah, makanya Dia adalah hakekat Allah itu sendiri.

Yohanes 1:1
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Jadi ketika Firman ini “di utus” dalam batasan-batasan Inkarnasi-Nya sebagai Yesus Kristus, Dia adalah Allah itu sendiri karena pada dasarnya Dia adalah hakikat Allah. Memang banyak orang berpikiran bahwa yang di utus sudah pasti tidak sama dengan yang mengutus, namun tidak demikian dengan Yesus Kristus sebagai “utusan Allah”, karena Dia adalah pribadi Allah yaitu Firman yang di utus Allah ke dalam dunia ini..
Dalam kitab Yesaya di gambarkan bagaimana Firman itu di utus atau keluar dari mulut Allah dan melaksanakan misi-misi ilahi..

Yesaya 55:11
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Yesus sendiri adalah utusan Allah yaitu Firman-Nya yang menjadi manusia dan melaksanakan misi-misi ilahi yang di rancangkan Allah.
Jadi Yesus adalah utusan ilahi yang datang dari Allah itu sendiri yaitu Firman-Nya dan Dia merupakan hakekat Allah itu sendiri. Karena itulah walaupun dalam kapasitas sebagai “utusan” namun tidak melepas hakekat-Nya sebagai Allah.

2. Anak Tunggal Allah

Mengenai kata Anak (Yunani : huois), itu adalah gelar yang sering di gunakan Yesus merujuk pada diri-Nya. Ada dua istilah Anak yang di gunakan Yesus merujuk pada diri-Nya yaitu “Anak Manusia” yang menggambarkan keberadaan-Nya sebagai manusia dan “Anak Allah” yang menggambarkan otoritas ilahi Yesus sebagai pribadi Firman dari Allah yang datang kedunia.
Kata Anak (huois) bukan dalam artian anak biologis yaitu Allah beranak seperti manusia, melainkan menggambarkan hubungan yang intim antara Yesus (Anak) dengan Allah (Bapa) sebagai bagian yang tidak terpisahkan, seperti halnya Bapa dan Anak.

Memang dalam Alkitab di sebutkan tentang anak-anak Allah (jamak) yang merujuk kepada pengertian sekelompok orang yang percaya dan berbakti kepada Allah.. Mereka adalah anak-anak rohani yang berkenan kepada Allah.. Yesus sendiri menggambarkan orang-orang percaya yang membawa kedamaian sebagai anak-anak Allah.

Matius 5:9
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Namun perlu di ingat bahwa di dalam Alkitab, tidak pernah gelar Anak Tunggal Allah merujuk pada orang lain selain Yesus saja.. Ini adalah merupakan gelar ilahi yang menyatakan hakekat Allah yang nyata dalam Kristus Yesus..

Gelar Anak Tunggal Allah untuk Yesus menyatakan :

a.) Kemuliaan Allah

Yohanes 1:14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

b.) Karunia keselamatan dari Allah

Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

c.) Wujud Allah yang nyata.

Yohanes 1:18
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Dari pembahasan di atas kita bisa simpulkan bahwa premis dan klaim bahkan tuduhan dari para pengkritik-pengkritik Kristen yang berusaha menjatuhkan keilahian Yesus dan ingin menyesatkan sahabat-sahabat Kristiani tidaklah benar. Yesus sebagai “utusan” bukanlah dalam artian bahwa Dia bukanlah Allah, melainkan Dia adalah Allah itu sendiri karena yang “di utus” adalah pribadi-Nya Allah yaitu Firman-Nya yang menjadi manusia dalam Yesus Kristus. Begitu juga dengan Yesus sebagai “Anak tunggal Allah”, itu jelas menggambarkan otoritas ilahi dari diri-Nya sebagai wujud Allah itu sendiri dan berbeda dengan istilah anak-anak Allah yang merujuk pada sekelompok orang percaya yang berkenan di hadapan Allah..

 Semoga bisa menambah wawasan sobat dan menguatkan iman percaya kita kepada Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat yang hidup, Allah yang sejati. 

Ayo komentari Artikel di atas guys :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s