Senyum Adalah Pesan Kehangatan


Senyum / semangat baru
>> dunia selalu tampak lebih cerah dari balik senyuman <<

Sore itu aku sedang mengunjungi temanku di rumah sakit. Temanku harus operasi usus buntu. Setelah menengoknya, aku berniat untuk langsung pulang. Kulihat ada seorang anak kecil membawa boneka teddy bear putih duduk di taman. Mungkin saja anak itu kesepian, tiba-tiba kulangkahkan kakiku menghampirinya.

Sepertinya anak itu tidak menyadari kehadiranku. Saat aku duduk di dekatnya pun, anak kecil itu tetap memeluk erat bonekanya. Lalu aku berlutut tepat di depannya. Sama sekali dia tak menyadari kehadiranku. Ya, Tuhan, ternyata anak kecil ini buta.

Saat aku menyapanya , “Hallo”, anak itu sedikit kaget lalu melemparkan senyumnya kepadaku. “Kau sendirian di taman ini?” tanyaku. “Tidak juga, aku tidak bisa melihat ada berapa banyak orang di taman saat ini, tapi aku tahu bahwa saat ini aku tidak sendiri. Ada teman baru yang menemaniku. Teman baru itu adalah kakak” kata anak kecil itu sambil tersenyum memperlihatkan giginya yang berjejer rapi.

Aku bisa merasakan bahwa anak ini sedikit berbeda. Bukan karena dia buta tapi ada sesuatu di dalam dirinya yang membuatnya berbeda. Mungkin pola pikirnya yang jauh lebih baik dibanding dengan anak-anak seumurannya.

“Kau tidak merasa kesepian?” tanya kembali dengan hati-hati. “Sebelum aku mengalami kebutaan karena kecelakaan, hidupku sangat bahagia. Tapi aku bersyukur dengan apa yang telah terjadi padaku saat ini. Aku bersyukur karena Tuhan mengijinkan aku mengalami kebutaan. Memang pada mulanya semua menjadi sangat gelap, aku tidak bisa melihat apapun dengan mata jasmaniku. Tapi aku masih punya mata hati, itulah yang membuat hidupku menjadi lebih berwarna” kata anak kecil itu.

Aku melongo mendengar kata-kata anak kecil yang berada di depanku, seharusnya anak-anak seusia dia akan menangis karena tak bisa melihat dan bermain dengan puas. Anak itu terus bercerita dan selalu tersenyum. Tak sedikitpun kudapati mimik kesedihan di wajahnya.

“Dulu aku bisa melihat orang-orang tertawa, bersedih, kecewa, marah, dan menangis. Tapi kini semua hanyalah kenangan. Aku ingin membuat semua orang disekitarku menjadi bahagia. Aku memang tidak punya mata untuk melihat. Orang bilang mata adalah jendela dunia. Tapi aku masih punya bibir untuk tersenyum. Ketika kita tersenyum pada orang lain, kita tidak bisa melihat senyum kita kecuali kita melihat senyum kita terpantul kembali kepada kita melalui wajah seseorang. Senyuman dapat mengubah perasaan seseorang. Senyuman dapat menghangatkan orang lain. Maka dari itu aku akan selalu tersenyum dimana pun dan kapan pun.”

Aku merasa sangat bersemangat mendengar kata-kata anak itu. Aku pun memantulkan senyumannya. Aku tersenyum untuknya. Anak ini hebat. Anak kecil ini memiliki sudut pandang yang positif terhadap kebutaan yang dialaminya. Bukan penyesalan yang keluar dari mulutnya, tetapi kata-kata yang penuh semangat dan ucapan syukur Sekarang aku mengerti alasannya kenapa aku harus tersenyum.

 

Ayo komentari Artikel di atas guys :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s