Kisah Orang Kaya Yang Sombong


Ada seorang kaya yang sombong tanpa sengaja
tersenggol seorang pengemis.
Dengan emosi ia berkata kepada si pengemis,
“Dasar pengemis bodoh, berani²nya kamu
menyenggol saya, kamu tidak tahu ya siapa
saya ?”

“Maaf tuan, saya benar² tidak sengaja, tapi…
sebenarnya tuan ini siapa ?” Kata si pengemis
ketakutan.
Dengan sombong orang kaya tersebut menjawab,
“Saya orang yang paling kaya di kota ini !
” Tetapi
dengan polos pengemis itu berkata, “Maaf tuan,
setahu saya, orang yang paling kaya di kota ini
adalah tukang kayu yang tinggal di ujung jalan.
Ia sering MENGUNDANG para pengemis seperti
saya ini untuk makan bersama di rumahnya.”

Mendengar hal itu, orang kaya tertunduk malu
dan segera berjalan menjauhi si pengemis. Ia
tahu benar siapa tukang kayu yang dibicarakan
sipengemis tadi yang sebenarnya hidup dalam
kekurangan namun selalu mau berbagi kepada
sesama.

MORAL STORY

“KEMISKINAN” seseorang tidak lantas
dihubungkan dengan sedikitnya harta yang
dimiliki.
Dunia boleh memuja materi, tetapi soal
“KEKAYAAN” yang sesungguhnya tidaklah se-
mata² diukur atas dasar harta dan kelimpahan
materi yang dimiliki seseorang, melainkan
berbicara tentang berapa banyak yang ia dapat
BAGIKAN dan BERIKAN kepada sesamanya.

Ketika seseorang mau BERBAGI dengan
sesamanya, sekalipun ia tidak memiliki materi
yang berlimpah, dia sudah dapat dikatakan
sebagai seorang yang KAYA.
Sebaliknya, seseorang yang tidak pernah
BERBAGI dengan sesamanya sekalipun memiliki
MATERI yang BERLIMPAH, sebenarnya ia adalah
seorang yang miskin.

“. Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan” Amsal 11:24

Ayo komentari Artikel di atas guys :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s